5 Cara Cek Kondisi Keuanganmu Sebelum Ajukan Pinjaman

Review: Kredivo atau Kredifazz, Pinjaman Online Mana yang Lebih Bagus? Ini  Kelebihan dan Kekurangannya - Top Sumbar

Sekarang, ada banyak sekali opsi pinjaman tunai yang tersedia dan bisa dimanfaatkan kalau kita butuh pinjaman.

Dua contohnya ada KTA bank yang syaratnya lebih mudah kalau kita punya rekening payroll atau kartu kredit di bank tersebut. Ada juga pinjaman tunai online yang bisa cair dalam waktu sehari, seperti KrediFazz

Saat butuh pinjaman tunai, biasanya kita dihadapkan dengan dilema: bisa nggak ya bayar cicilan pinjamannya nanti? Atau bisa juga, layanan pinjaman seperti apa yang harus dipilih dan cocok untuk kebutuhan kita?

Dilema ini kerap terjadi karena dengan mengajukan atau memiliki pinjaman, artinya ada kewajiban bayar tagihan setiap bulan yang harus dipenuhi. Selain agar pinjaman bisa lunas tepat waktu, tentu untuk menghindari denda dan juga skor kredit yang memburuk kalau sampai terjadi kredit macet. 

Maka dari itu, salah satu hal penting untuk dilakukan sebelum pinjam uang adalah mengecek kondisi keuangan kita sekarang: apakah masih cukup sehat? 

Selain supaya terhindar dari kredit macet, hal ini juga bisa membantu agar pengajuan pinjamanmu lolos dan disetujui. Sebab, pihak kreditur baik bank atau lembaga kredit lainnya, pasti akan mengecek riwayat atau kondisi keuanganmu sebelum menyetujui pinjaman. 

Gimana caranya untuk mengecek apakah kondisi keuanganmu masih sehat dan bisa ajukan pinjaman baru?

Kamu bisa memulainya dengan 5 cara sederhana ini: 

Memastikan jumlah utang belum 30% dari total penghasilan

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek berapa jumlah utang yang masih kamu punya saat ini. Kamu perlu menghitung berapa besar utang terhadap rasio penghasilan yang kamu punya sekarang. Kondisi keuangan yang sehat, bisa dilihat dari rasio utang terhadap gaji yang tidak lebih dari 30%. 

Misalnya, kamu punya gaji sebesar Rp 10 juta per bulan dan punya cicilan per bulan sebesar Rp 1,5 juta. Ini berarti rasio utang yang kamu punya masih 15% dari total penghasilan. Bisa dikatakan, kondisi keuanganmu masih sehat dan masih aman kalau perlu ajukan pinjaman baru. 

Sebaliknya, kalau utang kamu sudah lebih dari 30% misalnya ada Rp 4,5 juta dari total penghasilanmu yang sebesar Rp 10 juta, kondisi keuanganmu bisa dikatakan kurang stabil dan tidak dalam kondisi sehat untuk ditambah pinjaman baru.

 

Masih punya penghasilan yang aktif dan tetap setiap bulan

Bukan cuma mengecek jumlah utang yang sekarang masih berjalan, kamu juga perlu memiliki penghasilan yang aktif dan jumlahnya stabil per bulan sebelum mengajukan pinjaman baru. 

Kalau kamu adalah pekerja lepas atau freelancer yang jumlah penghasilan per bulannya tidak menentu, kamu juga perlu menghitung apakah rata-rata penghasilan kamu cukup untuk membayar tagihan pinjaman per bulan nantinya?

Setiap lembaga kredit, khususnya bank, pasti juga akan meminta bukti penghasilan sebagai salah satu syarat pengajuan pinjaman yang harus dipenuhi. Makin sesuai jumlah penghasilan dengan syarat pinjaman, akan makin besar juga peluang pengajuan pinjamanmu disetujui. 

 

Memeriksa apakah masih ada aset sebelum pinjam uang

Kalau jumlah uang yang mau kamu pinjam cukup besar, ada baiknya kamu juga perlu mengecek lagi apakah masih ada aset yang bisa dijual dan menjadi alternatif?

Dengan adanya aset, kamu bisa menunda pengajuan pinjaman dan menggunakan aset tersebut sebagai penggantinya. 

 

Menentukan tujuan sebelum ajukan pinjaman

Hal berikutnya yang perlu dicek adalah tujuan penggunaan uang pinjaman yang mau kamu ajukan. Karena pinjaman ini akan menjadi beban keuangan baru, pinjaman sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

Kebutuhan yang sifatnya tidak bisa ditunda, misalnya biaya sekolah, renovasi rumah, biaya rumah sakit, atau kebutuhan yang produktif seperti membangun usaha. 

Kalau tujuan pinjaman untuk belanja, liburan, atau hal-hal yang sifatnya konsumtif, sebaiknya pertimbangkan lagi sebelum mengajukan pinjaman, ya!

 

Memilih aplikasi pinjaman tunai yang bunganya rendah

Langkah terakhir, selain memastikan kondisi keuanganmu sendiri adalah mengecek layanan atau aplikasi pinjaman yang akan kamu gunakan. 

Ada banyak opsi pinjaman yang tersedia dengan beragam pilihan limit pinjaman, suku bunga, dan juga tenor pinjaman. Tapi, penting untuk diketahui kalau suku bunga adalah faktor yang sangat memengaruhi besar kecilnya angsuran pinjamanmu. 

Oleh karena itu, sebelum pinjam uang, kamu bisa mengeksplor berbagai layanan pinjaman yang tersedia untuk membandingkan suku bunganya. Makin rendah suku bunga pinjaman, akan makin rendah juga angsuran pinjaman per bulannya. 

Bukan hanya memeriksa suku bunga, kamu juga bisa mengecek bagian simulasi pinjaman yang ditampilkan sebelum menyetujui pinjaman.

Kalau pinjamnya ke bank, kamu bisa meminta simulasi pinjaman kepada petugas bank sebelum melanjutkan prosesnya. Kalau pakai aplikasi pinjaman seperti KrediFazz, kamu bisa mengecek di aplikasi sebelum melanjutkan proses pinjaman ke tahap akhir.